Cerobong
Asap by SPN
Tak ada yang bisa mengira dengan
siapa nantinya dia akan bertemu, bergaul, tertawa serta mencoretkan warna warni
kertas kehidupan.
Dari kamar yang sedikit berantakan
dan kucelnya gadis sederhana ini karena baru saja mengucapkan Hamdallah akan
kenikmatan tidur, gadis ini akan berbagi cerita tentang si cerobong asap.
Hujan rintik bak menyambut
ceritaku di pagi ini bersama si cerobong asap. Alam menyambut pagi nan indah
dengan dingin yang menembus hingga ke sumsum tulangku, alunan air hujan yang
membasahi tanah pertiwiku beralun indah bagaikan lantunan furr elise si
Beethoven. Kegaduhan anak sekolah yang sibuk membersihkan kelas membuat irama
harmony yang menjadikan backsound indah di pagi nan ‘cloud’ ini. Perkenalkan, si gadis sederhana ini kembali mencoretkan
kertas putih dengan lembaran kehidupan yang mungkin bagi orang lain terkesan
biasa saja tapi tidak bagi si gadis.
Di hari yang sama, hari dimana
para pesohor dunia kerja, anak sekolahan serta semua golongan menanti hari ini
untuk sekedar rehat dari kepenatan hidup, hari dimana manusia biasanya
menikmati saat terindah bersama keluarga, sekedar bercanda di istana mereka
atau merencanakan liburan singkat ala para pesohor dalam dunia kerja. Gadis ini
juga sangat menyukai hari ini, hari dimana si gadis bisa tidur dengan lelapnya
sepanjang hari, atau ngemol bersama
sahabat tercinta serta melaksanakan ritual ‘satnite’ bak remaja yang selalu
menuntut pacarnya menemani mereka di hari ini, entah Undang2 apa yang mengatur
sepasang kekasih harus bersama saat satnite,
si gadis pun bingung tapi begitulah budaya yang telah mendarah daging sejak
zaman nenek Bapak Soekarno hingga zaman dimana gadget berlenggang dengan
indahnya bak seorang model diatas catwalk. Dan cerita kami pun berawal dari
hari ini.
Tuhan maha adil, tak ada yang
seindah Dia dalam merencanakan sesuatu, Tak ada yang sebaik Dia saat
menganugerahkan sesuatu, Tak ada yang sesempurna Dia dalam merancang sesuatu
serta Tak ada yang mampu mematahkan takdirNya akan sesuatu yang telah Dia
kehendaki.
Dalam hidup si gadis, Tuhan
terlalu murah hati dalam merancang kehidupan yang si gadis lebih senang
menyebutnya dengan skenario sang sutradara ulung. Sang sutradara telah
merancang skenario bak film-film box office diluaran sana. Tuhan tidak ingin si
gadis sendiri, Dia mengirimkan orang-orang hebat, penyayang, pemarah, untuk
menemani si gadis dalam menjalani skenarioNya. Tuhan hadirkan si gadis dalam
sebuah keluarga kecil yang hangat, penuh dengan curahan kasih sayang serta
sangsi yang tegas sesekali jika si gadis sedikit nakal. Tuhan kirimkan
sahabat-sahabat yang selalu menanti si gadis dengan senyuman yang indah, mata
berbinar saat bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Memeluk erat si gadis
jikalau kilauan berlian tak sanggup lagi bernaung dimata indahnya serta Cubitan
kecil yang selalu mendarat, jikalau si gadis nakal dan keras kepala.
Tuhan yang baik kembali melengkapi
warna warni kehidupan si gadis. Kali ini Tuhan hadirkan Adam dalam kehidupan
Hawa. Seperti gelas kosong yang terisi air, potongan puzzle akhirnya datang
memenuhi ruangannya dan menyempurnakan gambarnya. Sambil tersenyum si gadis
mengingat kembali kilas balik pertemuan dengan si Cerobong asap. Sosok itu
sebenarnya tak asing bagi si gadis, bagaikan bertemu kembali seseorang dari
masa kecil. Ya, masa dimana permen masih menjadi alasan utama kami untuk jajan,
masa dimana kami baru mulai belajar berhitung, membaca dan menikmati jenjang
sekolah pertama. Si gadis adalah sosok yang sangat pemalu dimasa kecilnya,
sebagai murid pindahan di sekolah si cerobong asap, gadis hanya berteman dengan
beberapa teman saja bahkan gadis dan cerobong asap tak menyadari bahwa mereka
pernah mengenyam pendidikan yang sama dalam ruangan kelas berukuran 5x6 m2.
Seiring jarum jam menjalankan
tugasnya, masa merah putih pun berganti dengan harumnya keremajaan putih
abu-abu. Dan, Tuhan kembali pertemukan si gadis sederhana dan si cerobong asap.
Si gadis kembali mengingat samar-samar tapi cukup jelas, sosok yang selalu
berjalan melewati ruang kelas si gadis, setiap harinya selama 365 hari saat
kami masih menjadi anak junior disekolahan. Ruangan yang berukuran 5x6m2
yang dulunya menyatukan kami kini menjadi pembatas pertemuan dua raga manusia.
Tuhan mungkin masih punya rencana lain bagi kami, Dia belum hadirkan rasa itu,
rasa yang selalu membuat si gadis bersyukur akan kodratnya sebagai seorang
wanita mencintai dan dicintai dengan penuh keikhlasan serta rasa syukur
terhadap Sang Pencipta.
Dan, masa putih abu2 kami pun
berlalu dengan cerita masing2.
Goresan takdir sang sutradara
kembali dimainkan, kali ini scene yang
menjadikan film ini masuk dalam deretan box office pun dimulai. Siang yang
sangat terik dihari yang sama seperti hari ini sekitar 420 hari yang lalu,
Tuhan mempertemukan kembali Si gadis dan si cerobong asap. Kedewasaan mulai
terpancar dari sosok dua anak manusia ini. Kehidupan kampus kembali menyatukan
mereka, sosok yang tak pernah dibayangkan oleh si gadis sebelumya, sosok yang
mungkin tak ada dalam album foto idaman si gadis. Si cerobong asap dengan
kemeja pastel kotak2nya tersenyum dari kejauhan. Si gadis memandang sambil
tersenyum seraya dalam hati berkata ‘sosok aneh dengan senyum tak jelas yang
membuatku ilfil’ tapi ternyata
pertemuan di siang itu merupakan bagian yang telah diatur sedemikian rupa oleh
Sang Sutradara. Tuhan kembali memainkan peranNya sebagai seorang sutradara
ulung, Dia hadirkan pemeran utama dan tak ketinggalan beberapa pemeran lainnya.
Ya, si cerobong asap bersama ceritanya, cerita dimasa lalunya yang sampai
sekarang sedikit menganggu si gadis. Tapi,si gadis sadar si cerobong asap sama
seperti manusia pada umumnya memiliki sepenggal kisah dimasa itu. Untuk apalagi
dibicarakan toh semua sudah dijalani
si gadis pun juga punya ceritanya sendiri. Yang terpenting adalah masa sekarang
dan akan datang yang akan kami jalani tentunya atas izin dari Sang Maha
Pencipta yang telah mempertemukan kami. Jarum jam pun berdetak mengikuti alur
kehidupan, kesungguhun si cerobong asap yang ditunjukkannya selama ini membuat
si gadis sadar dan mulai menjalani hidup ini dengan keyakinan dan kepercayaan
serta kehadiran Tuhan dalam kehidupan kami membuat si gadis tak perlu khawatir
lagi dalam menapaki hidup ini.
Ketika Tuhan menghendaki tak ada satupun di alam ini yang
mampu menghalangiNya. Begitupun skenario yang sudah Dia tuliskan dengan
indahnya untuk si gadis dan si cerobong asap. Tepat hari ini, 213 hari 12780
menit 766800 detik Tuhan hadirkan cinta di antara kami. Cinta, kasih sayang
yang tulus nan ikhlas yang bersumber dari lubuk hati yang paling dalam. Cinta
yang membuat mawar yang pernah layu kembali merekah, cinta suci akan kekuasaan
Tuhan. Indahnya kanggunan cinta yang telah Tuhan anugerahkan di antara kami
membuat si gadis selalu bersyukur akan semua yang telah Dia anugerahkan kepada
kami.
Dari kamar yang sedikit
berantakan, dengan ditemani sebuah kipas angin kecil berwarna abu2 tak
ketinggalan headset putih yang tergeletak berantakan disamping 6030 milik si
cerobong asap yang dititipkan untuk di’pake’ si gadis, dan tak ketinggalan juga
si hitam lapy yang tak pernah berdemo entah siang malam menerima curahan hati
si gadis.
Tuhanku yang baik hati, tumbuhkan
serta suburkanlah benih kasih yang telah Kau tanam di palung hati kami. Berkahi
serta jauhkan dari rumput liar yang ingin menganggu keelokan tanaman Kasih yang
Kau tumbuh suburkan. Rasa syukurku yang tak henti2nya selalu menjadi teman
terindah disetiap cerita kehidupanku.
Gorontalo,
⑧⑪
Gadis
sederhana & Cerobong Asap
For
Everlasting Love Ever :*
Happy 213 days
12780 minutes 766800 second My Beloved Sweatheart –AT-