Saturday, June 29, 2013

No Idea



Dear Fellas,

I don’t know what should I written in this sunny Sunday.

I am just starring my lapy and try to retrieved memories which have possibility be my inspiration today,

However, it doesn’t coming yet and the white paper still clean with the blank idea.

Have you ever ask yourself why someone can lose an idea while she/he wants to write something?

I do remember, my lecturer said that “when you want to write something and u lose an idea, just write then the idea will follow you”

So, I try it now.

I am just writing everything which coming from my mind, 

Even I don’t know what the purpose of this?

So, just let it go.

But probably I might think I should finish this writing right now.

But, hang on, actually I am waiting for someone who do not calling me yet in this morning?

You know I have a boyfriend, we are in a relationship during 7 months.

Oh god, he usually do morning call for me, unfortunately he didn’t today. So annoying.

But, whatever, probably he still on his bed or he has no credit? But I do not care about it.

See, from no idea I can make this writing and sharing you about My Sweatheart.

So, see you in other story. 

#SPN

Tuesday, June 25, 2013

Cerobong Asap #2 by SPN


Kembali gadis sederhana menyapa si kertas kosong. Tinta kehidupan kini tercium meyambut kerinduan akan cerita-cerita yang telah Tuhan takdirkan untuk ku jalani. Shubuh nan damai, suara adzan yang tadinya membelah cakrawala kini mulai terdengar samar, merdunya kicauan burung terdengar nakal dibalik jendela kamarku, ayam jantan berkokok pertanda dimulainya pagi nan indah ini. Apa kabar dunia? Siluet matahari mengintip dengan elok nan malu dibalik gunung hijau yang terbentang dengan sangarnya, percakapan ayam jantan dan bisikan burung menambah riuknya pagi. Apa kabar Cerobong Asapku? Sudahkah kau menghirup virginnya udara di pagi ini? Sudahkah kau bersujud akan kenikmatan hidup yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu? Alam kembali menunjukkan keanggunannya. Bahkan Suara Tv di ruangan ini tak mampu mengalahkan indahnya alunan musik alam di pagi ini. Hooaaammm, seraya menggerakkan otot-otot lemasku, Selamat pagi dunia, Selamat Pagi cerobong Asapku, Selamat pagi Tuhan ku yang baik, terima kasih atas oksigen yang Kau izinkan untuk ku hirup hari ini.

Sejenak lengang,

Ku biarkan udara pagi menembus sudut-sudut kamar menari-nari ditubuhku menebarkan dingin yang ingin ku peluk dengan eratnya. Segarnya ruangan dipenuhi kado kiriman Tuhan dipagi ini. Seketika kuhirup hingga merasuk ke paru-paru seraya menyapa jantungku yang berdenyut menciptakan irama kehidupan. Dinginnya hingga ujung jari kaki ku tertawa geli mencari selimut pink favorit ku untuk berlindung. Tak ada yang seindah pagi, tak ada yang seindah ciptaan Tuhan, sujud ku hanya untuk Mu sang Maha Pencipta.

Entah dari sudut mana si gadis akan memulai ceritanya di pagi yang penuh berkah ini, pikiran yang carut marut, hati bak rujak cingur, fisik yang memanggil untuk diistirahatkan, mata bagaikan si besar imut panda, tangan yang dihiasi kuku cantik bewarna merah light tak hentinya memencet keyboard hitam milik si lapy. Aku hanya ingin menulis, menulis dan menulis, menuliskan kisah hidupku, mengekspresikan perasaanku yang terasa lebih bebas saat ku curahkan di kertas putih ini. Ku tatap kursor putih yang telah lama menungu untuk di direct, dan sejenak ku pejamkan mata, tampak samar dalam bayanganku sosok pria dengan bahu kokohnya, sosok itu, sosok yang selalu membuat hidupku berwarna, sosok yang telah banyak mengajarkan ku akan kehidupan, sosok yang membuat senyum indah bahkan tawa terukir dibibirku, sosok yang terkadang membuat kilauan berlian tak sanggup bernaung dimataku, sosok yang memeluk ku dengan erat saat batin dan raga ini tak mampu merasakan hangatnya aroma kehidupan, sosok yang terkadang membuatku sebel akan guyonan lucu penuh kemanjaan, sosok yang rajin membuat Ace Duos ku berdering sepanjang hari, sosok yang membuat hari-hariku was was khawatir akan dirinya, sosok yang selalu datang bertamu di denyut jantungku, sosok yang selalu ada dalam daftar doaku disetiap shalatku, sosok yang terkadang menunjukkan kesangarannya atas kecerobohan dan keras kepalaku, sosok yang selalu membuat ku galau dan berpikir tak karuan akan tindak tuturnya, sosok yang telah menorehkan asam manis cerita dalam kehidupanku. Ya, dialah Cerobong Asapku, tersenyum dengan hangatnya menyambut dalam bayang retina mataku.

Akhir-akhir ini banyak hal yang terjadi yang memaksa urat kedewasaanku berpikir, memikirkan banyak hal tentang drama yang tak pernah ada hentinya. Begitulah ilustrasi akan sebuah kehidupan, selalu ada cerita yang diperankan apik oleh para aktor dan aktris berbakat. Setiap orang adalah pemeran utama yang piawai memainkan peran disetiap pementasannya. Setiap orang memiliki peran tersendiri. Ceritanya hampir sama kemasannya saja yang sedikit berbeda, backsoundnya adalah tangis dan tawa. Seberapa merdu bunyinya tergantung pada seberapa kencangnya urat kedewasaan menahan tangis dan meminimalisir tawa berlebihan yang mampu mengekang saraf kenormalan setiap individu. Beragam memang, ada yang backsound tangis lebih banyak daripada tawa, atau malah ada yang menyembunyikan si tangis dibalik kemasan tawa. Terasa lucu tapi begitulah manusia membuat scene demi scene kehidupan menjadi adegan drama yang dramatis. Seorang teman memposting sebuah gambar di timeline Facebook ku yang sekarang belum juga ku tambahkan diprofil ku. Gambar itu berisi tentang tulisan yang bersumber dari psikolog, yang isinya berupa tindak tutur manusia ketika memainkan lakonnya sebagai pelakon drama ulung. Ku ceritakan sedikit, salah satu poin digambar itu, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini,” jika seseorang tertawa dengan lepasnya, bahkan hal bodoh yang tak lucu sekalipun itu berarti dia sedang sedih, disaat seseorang tertidur dengan lelapnya berarti dia sedang sedih. Hmm, dengan dagu terangkat, sejenak ku berpikir, bukan tentang perkataan psikolog itu tapi ku pusatkan pada diriku. Entah apa yang sekarang ku rasakan, seperti ada sesuatu yang berkecamuk dalam pikiranku mengiris batinku juga menyita perhatianku. Apakah kekhawatiran menggila tak karuan akan cerobong asapku kambuh lagi? Oh, Sang Maha Pencipta hamba mu yang lemah selemah kapas bermassa sekian gram yang sekali tertiup angin terbang tanpa arah dan tak mampu bertahan, merindukan sosokMu di dalam relung hatiku. Merindukan tiupan ruh ketenangan dalam jiwaku yang lemah tak berdaya. Maafkan lah hamba yang terlalu takut kehilangan sosok selain dirimu, yang begitu takut akan takdirmu. Keyakinanku akan rencana baikmu mulai goyah akan nafsu jahat yang merasuk sarafku yang mengimpuls hingga ke aliran darahku dan memaksa tubuhku berindak tutur selain yang Kau ajarkan kepadaku. Skenariomu mulai menyentuh konflik scene antara gadis sederhana dan cerobong asap. Sedikit menggoyahkan keyakinanku.

Hari berganti, detik jarum jam membawaku ke hari baru, masih dengan udara yang sama, diruangan yang sama dengan gadis yang sama pula. Perjalanan bersama beberapa teman saat matahari mulai masuk ke peraduannya membuat ku sedikit relaks. Udara pantai terasa membunuh sel-sel mati ditubuhku, mengeluarkan toksin dalam jaringan otakku, hembusan angin dan derasnya ombak membelah batu karang terasa mengiris hatiku yang sedang kalut. Sekonyong-konyong aku lupa akan sibuknya batinku dalam gulungan benang kegalauan mencari dan memperbaiki benang yang kusut tersebut agar mudah dirajut menjadi kain kebahagiaan dan ketenangan jiwa seorang gadis sederhana yang sedang mencari jati diri bersama orang-orang tercinta yang Tuhan hadirkan untuk memintal helai demi helai benang kehidupan. Ya beginilah aku cerobong asapku, seorang gadis yang entah sampai kapan akan menemukan jati dirinya, kebingungan akan arah hidup kemana aku akan membawa kapalku membuatku berpikir dan bertindak layaknya anak kecil yang kehilangan permennya. Cerobong asapku, katakanlah jika kau tak mampu lagi memintal benang kehidupan bersama gadis ini, katakanlah jika kau muak dengan sikap yang tak karuan gadis ini, marah tanpa alasan, sedih tak terprediksi, membuat aku makin bingung bersikap didepanmu cerobong asapku. Tidakkah kau mencari gadis baik lainnya untuk menemani harimu, membuatmu lebih tenang dan nyaman dalam caramu? Ah, apa-apaan aku ini, penawaran yang aneh yang tak akan mungkin dilakukan oleh gadis mana pun. Lihat, sebegitu anehnya kepribadian gadis ini cerobong asapku? Tapi beginilah aku, kekhawatiran yang berlebihan akan ketidaknyamanan dan kebahagiaan orang disekitarku membuat neuron dalam sistem kerja otakku bahkan bosan untuk mengingatku untuk tak berimajinasi memikirkan hal aneh yang mungkin saja akan terjadi jika setiap detik ku kirimkan sugesti  nakal itu.

Dalam diamku, ku tahu hanya Engkau yang mampu menjawab semua kekusutan pikiranku, memecah dinding ketidaknyamanan yang terbentang di hatiku. Sebenarnya apa yang ku inginkan didunia ini? Kebahagiaan? Bentuk kebahagiaan seperti apa? Atau mungkin menghabiskan waktu demi waktu mengukir kisah indah bersama pasangan hidupku? Seperti apakah dia nanti? Cerobong asapku biarkan ku belajar memahami diriku, memahami dirimu dan memahami hidup ini. Setiap orang terlahir dengan takdirnya masing-masing biarkan aku belajar untuk menjadi takdir bagimu, berjalan diatas jejak kakimu, menghirup oksigen yang sama disetiap tempat berbeda yang kau tapaki. Berlindung dilingkaran takdir yang Dia tuliskan untuk kita dan membiarkan rencana indah Tuhan membawa kita ke tempat terindah dimana hanya ada kita dan music klasik yang melantun indah berasal dari bangunan kolosal yang memiliki nilai sejarah tinggi akan sebuah keromantisan kisah romeo dan Juliet yang melegenda. 

#SPN

Tadinya aku berpikir untuk mengakhiri sekuel serobong asap ini dengan kata-kata di atas. Namun, hati ini memanggil jiwaku untuk menggerakkan jari-jari lentik ini menulis kembali kisah tentang cerobong asapku yang makin mewarnai hidupku. Layaknya gadis ABG yang baru mengenal kata “cinta” itulah yang ku rasakan setiap bertemu cerobong asapku, menatap matanya yang hangat, memeluk tubuhnya mencium aroma keringat khas cerobong asapku. Lantunan relaxation music piano I karya Chopin dkk merangsang hasrat menulisku semakin menggila, jariku tak hentinya  memainkan tuts si hitam lapy, menuliskan kisahku, kisah yang telah ku tanda tangani perjanjian kontraknya bersama sang Sutradara ulung jauh sebelum ragaku tertiup ruh kehidupan. Dinginnya udara malam kali ini rupanya tak begitu bersahabat, sekali-kali ku ambil tissue di meja tempat make-up ku berbaris rapi, keringat didahiku membuatku gerah sedikit menganggu semangat menulisku. Tapi hal itu tak menyurutkan hasratku untuk berbagi kisahku. Ku rasakan alam berbincang denganku, menyampaikamn pesan akan kebesaran Sang Maha Pencipta, menciptakan siang dan malam menyediakan layanan terbaik untuk manusia, beraktivitas, beristirahat dan merasakan nikmatnya hidup yang terasa sangat indah jika setiap detiknya kita syukuri dan seraya mengambil hikmah untuk di aplikasikan dalam gadget canggih yang bernama kehidupan. Bulan terasa menyapaku, senyumnya menembus hitamnya langit malam, menerobos fentilasi kamarku seraya menyampaikan pesan untuk menenangkan jiwa kelabuku.

Music chopin, schubert, handle, brahms dkk masih mengalun dengan indahnya menjadi teman setiaku malam ini. Nada demi nada karya musisi berbakat kelas dunia ini seakan ikut berbicara kepadaku, menepuk bahuku sambil mengatakan hidup ini akan baik-baik saja kawan, jalanilah dan nikmatilah. Spontan, kusambut dengan senyum kecil nan tulus. 

Obrolan singkat kami di sebuah restaurant sederhana tadi membuatku kembali terpikir akan sosok cerobong asapku. Guratan kepenatan serta air muka yang menunjukkan lemahnya raga akan rutinitas dan hal-hal yang menyita pikiran dan batinnya terlihat jelas tergambar di raut wajahnya yang penuh kehangatan. Mata yang   masih memiliki sinaran yang sama seperti biasanya aku memandangnya, ku mencoba untuk menghibur dengan sedikit lelucon kecil yang akhirnya mampu mengukir tawa kecil dibibirnya. Hehehe, cerobong asapku, sayangku entah dengan bagaimana lagi aku mencari kata dalam kamus bahasa manusia untuk mengekspresikan rasa syukurku terhadap Sang Maha Pencipta yang telah menghadirkan mu dalam hidupku. Selamat malam cerobong asapku, doa ku untukmu agar selalu dalam lindunganNya melakukan kebaikan demi kebaikan menjadi pribadi yang berbahu kokoh, berhati lembut dan memiliki sinaran mata nan tulus yang berasal dari hangatnya sebongkah hati ciptaan Tuhan.

With Love, Gadis Sederhana #SPN