Saturday, June 15, 2013

Cerobong Asap by SPN



Cerobong Asap by SPN



Tak ada yang bisa mengira dengan siapa nantinya dia akan bertemu, bergaul, tertawa serta mencoretkan warna warni kertas kehidupan.
Dari kamar yang sedikit berantakan dan kucelnya gadis sederhana ini karena baru saja mengucapkan Hamdallah akan kenikmatan tidur, gadis ini akan berbagi cerita tentang si cerobong asap.

Hujan rintik bak menyambut ceritaku di pagi ini bersama si cerobong asap. Alam menyambut pagi nan indah dengan dingin yang menembus hingga ke sumsum tulangku, alunan air hujan yang membasahi tanah pertiwiku beralun indah bagaikan lantunan furr elise si Beethoven. Kegaduhan anak sekolah yang sibuk membersihkan kelas membuat irama harmony yang menjadikan backsound indah di pagi nan ‘cloud’ ini. Perkenalkan, si gadis sederhana ini kembali mencoretkan kertas putih dengan lembaran kehidupan yang mungkin bagi orang lain terkesan biasa saja tapi tidak bagi si gadis.

Di hari yang sama, hari dimana para pesohor dunia kerja, anak sekolahan serta semua golongan menanti hari ini untuk sekedar rehat dari kepenatan hidup, hari dimana manusia biasanya menikmati saat terindah bersama keluarga, sekedar bercanda di istana mereka atau merencanakan liburan singkat ala para pesohor dalam dunia kerja. Gadis ini juga sangat menyukai hari ini, hari dimana si gadis bisa tidur dengan lelapnya sepanjang hari, atau ngemol bersama sahabat tercinta serta melaksanakan ritual ‘satnite’ bak remaja yang selalu menuntut pacarnya menemani mereka di hari ini, entah Undang2 apa yang mengatur sepasang kekasih harus bersama saat satnite, si gadis pun bingung tapi begitulah budaya yang telah mendarah daging sejak zaman nenek Bapak Soekarno hingga zaman dimana gadget berlenggang dengan indahnya bak seorang model diatas catwalk. Dan cerita kami pun berawal dari hari ini.

Tuhan maha adil, tak ada yang seindah Dia dalam merencanakan sesuatu, Tak ada yang sebaik Dia saat menganugerahkan sesuatu, Tak ada yang sesempurna Dia dalam merancang sesuatu serta Tak ada yang mampu mematahkan takdirNya akan sesuatu yang telah Dia kehendaki.

Dalam hidup si gadis, Tuhan terlalu murah hati dalam merancang kehidupan yang si gadis lebih senang menyebutnya dengan skenario sang sutradara ulung. Sang sutradara telah merancang skenario bak film-film box office diluaran sana. Tuhan tidak ingin si gadis sendiri, Dia mengirimkan orang-orang hebat, penyayang, pemarah, untuk menemani si gadis dalam menjalani skenarioNya. Tuhan hadirkan si gadis dalam sebuah keluarga kecil yang hangat, penuh dengan curahan kasih sayang serta sangsi yang tegas sesekali jika si gadis sedikit nakal. Tuhan kirimkan sahabat-sahabat yang selalu menanti si gadis dengan senyuman yang indah, mata berbinar saat bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Memeluk erat si gadis jikalau kilauan berlian tak sanggup lagi bernaung dimata indahnya serta Cubitan kecil yang selalu mendarat, jikalau si gadis nakal dan keras kepala.

Tuhan yang baik kembali melengkapi warna warni kehidupan si gadis. Kali ini Tuhan hadirkan Adam dalam kehidupan Hawa. Seperti gelas kosong yang terisi air, potongan puzzle akhirnya datang memenuhi ruangannya dan menyempurnakan gambarnya. Sambil tersenyum si gadis mengingat kembali kilas balik pertemuan dengan si Cerobong asap. Sosok itu sebenarnya tak asing bagi si gadis, bagaikan bertemu kembali seseorang dari masa kecil. Ya, masa dimana permen masih menjadi alasan utama kami untuk jajan, masa dimana kami baru mulai belajar berhitung, membaca dan menikmati jenjang sekolah pertama. Si gadis adalah sosok yang sangat pemalu dimasa kecilnya, sebagai murid pindahan di sekolah si cerobong asap, gadis hanya berteman dengan beberapa teman saja bahkan gadis dan cerobong asap tak menyadari bahwa mereka pernah mengenyam pendidikan yang sama dalam ruangan kelas berukuran 5x6 m2.

Seiring jarum jam menjalankan tugasnya, masa merah putih pun berganti dengan harumnya keremajaan putih abu-abu. Dan, Tuhan kembali pertemukan si gadis sederhana dan si cerobong asap. Si gadis kembali mengingat samar-samar tapi cukup jelas, sosok yang selalu berjalan melewati ruang kelas si gadis, setiap harinya selama 365 hari saat kami masih menjadi anak junior disekolahan. Ruangan yang berukuran 5x6m2 yang dulunya menyatukan kami kini menjadi pembatas pertemuan dua raga manusia. Tuhan mungkin masih punya rencana lain bagi kami, Dia belum hadirkan rasa itu, rasa yang selalu membuat si gadis bersyukur akan kodratnya sebagai seorang wanita mencintai dan dicintai dengan penuh keikhlasan serta rasa syukur terhadap Sang Pencipta.
Dan, masa putih abu2 kami pun berlalu dengan cerita masing2.

Goresan takdir sang sutradara kembali dimainkan, kali ini scene yang menjadikan film ini masuk dalam deretan box office pun dimulai. Siang yang sangat terik dihari yang sama seperti hari ini sekitar 420 hari yang lalu, Tuhan mempertemukan kembali Si gadis dan si cerobong asap. Kedewasaan mulai terpancar dari sosok dua anak manusia ini. Kehidupan kampus kembali menyatukan mereka, sosok yang tak pernah dibayangkan oleh si gadis sebelumya, sosok yang mungkin tak ada dalam album foto idaman si gadis. Si cerobong asap dengan kemeja pastel kotak2nya tersenyum dari kejauhan. Si gadis memandang sambil tersenyum seraya dalam hati berkata ‘sosok aneh dengan senyum tak jelas yang membuatku ilfil’ tapi ternyata pertemuan di siang itu merupakan bagian yang telah diatur sedemikian rupa oleh Sang Sutradara. Tuhan kembali memainkan peranNya sebagai seorang sutradara ulung, Dia hadirkan pemeran utama dan tak ketinggalan beberapa pemeran lainnya. Ya, si cerobong asap bersama ceritanya, cerita dimasa lalunya yang sampai sekarang sedikit menganggu si gadis. Tapi,si gadis sadar si cerobong asap sama seperti manusia pada umumnya memiliki sepenggal kisah dimasa itu. Untuk apalagi dibicarakan toh semua sudah dijalani si gadis pun juga punya ceritanya sendiri. Yang terpenting adalah masa sekarang dan akan datang yang akan kami jalani tentunya atas izin dari Sang Maha Pencipta yang telah mempertemukan kami. Jarum jam pun berdetak mengikuti alur kehidupan, kesungguhun si cerobong asap yang ditunjukkannya selama ini membuat si gadis sadar dan mulai menjalani hidup ini dengan keyakinan dan kepercayaan serta kehadiran Tuhan dalam kehidupan kami membuat si gadis tak perlu khawatir lagi dalam menapaki hidup ini.
Ketika Tuhan  menghendaki tak ada satupun di alam ini yang mampu menghalangiNya. Begitupun skenario yang sudah Dia tuliskan dengan indahnya untuk si gadis dan si cerobong asap. Tepat hari ini, 213 hari 12780 menit 766800 detik Tuhan hadirkan cinta di antara kami. Cinta, kasih sayang yang tulus nan ikhlas yang bersumber dari lubuk hati yang paling dalam. Cinta yang membuat mawar yang pernah layu kembali merekah, cinta suci akan kekuasaan Tuhan. Indahnya kanggunan cinta yang telah Tuhan anugerahkan di antara kami membuat si gadis selalu bersyukur akan semua yang telah Dia anugerahkan kepada kami.

Dari kamar yang sedikit berantakan, dengan ditemani sebuah kipas angin kecil berwarna abu2 tak ketinggalan headset putih yang tergeletak berantakan disamping 6030 milik si cerobong asap yang dititipkan untuk di’pake’ si gadis, dan tak ketinggalan juga si hitam lapy yang tak pernah berdemo entah siang malam menerima curahan hati si gadis.

Tuhanku yang baik hati, tumbuhkan serta suburkanlah benih kasih yang telah Kau tanam di palung hati kami. Berkahi serta jauhkan dari rumput liar yang ingin menganggu keelokan tanaman Kasih yang Kau tumbuh suburkan. Rasa syukurku yang tak henti2nya selalu menjadi teman terindah disetiap cerita kehidupanku.
Gorontalo, ⑧⑪
Gadis sederhana & Cerobong Asap
For Everlasting Love Ever :*
Happy 213 days 12780 minutes 766800 second My Beloved Sweatheart  –AT-